Jumat, 28 Maret 2014

PAHLAWAN NASIONAL

Tujuh Pahlawan Nasional Asal Jabar Belum Dipakai Nama Jalan

BANDUNG, (PRLM).- Ada tujuh nama dari 13 pahlawan nasional asal Jawa Barat (Jabar) yang belum dipakai sebagai nama jalan. Di antaranya Iwa Kusuma Sumantri, Maskun, Gatot Mangkupraja, KH. Noer Ali, Raden Mas Tirto Adi Soerjo, KH. Abdul Halim, dan Mr. Syafruddin Prawiranegara.
Ketua Yayasan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Jabar Nina Herlina Lubis di Bandung, Minggu (2/9/12) mengatakan beberapa di antara nama pahlawan tersebut ada yang hanya dipakai di jalan kabupaten pengusulnya, bukan jalan provinsi Jabar. Misalnya Jalan KH Noer Ali di Bekasi, Jalan. KH Zaenal Mustofa di Tasikmalaya, Jalan Gatot Mangkupraja di Cianjur), Iwa K.S. di Ciamis dan KH Abdul Halim di Majalengka.
"Harusnya dipakai sebagai nama jalan di Kota Bandung dan jalan di Provinsi Jabar. Kita mau mengusulkan tapi DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) belum membuka pintu," katanya.
Nama pahlawan dijadikan sebagai nama jalan menurut Nina merupakan 'mnemonic devices' atau alat pembantu untuk mengingat tokoh tersebut dan jasa-jasanya. Dengan begitu, Nina mengatakan generasi muda dapat menjadikan pahlawan sebagai panutan dan meneladani perjuangannya yang tanpa pamrih.
"Kalau saja para elite poitik kita mengenal perjuangan para pahlawan ini, mungkin korupsi bisa dicegah. Untuk saat ini kita masih membutuhkan tokoh-tokoh panutan seperti pahlawan khusunya yang berasal dari Jabar ini," kata Nina.
Sementara itu, Pemerintah Jabar sudah mengajukan kembali Inggit Ganarsih (istri Soekarno) dan KH. Ahmad Sanusi (pendiri Persatuan Umat Islam) sebagai pahlawan nasional. Mereka memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional di antaranya, sudah meninggal, perjuangannya bersifat nasional, setia pada bangsa dan negara, punya moral yang tinggi, dan tidak pernah menyerah pada musuh.
"Kalau Ibu Inggit sudah saya usulkan untuk ke-2 kali sedangkan KH. Ahmad Sanusi ke-3 kalinya. Waktu diusulkan ke-2 kalinya beliau mendapat bintang Mahaputra Adipradana saja," kata Nina yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pengusul Pahlawan Asal Jabar.
Nina mengatakan usulan ini sudah diterima pemerintah di Jakarta pada Juni 2012. Hasilnya akan diumumkan pada 5 November 2012. "Kalau gol, tgl 9 November gubernur, saya sebagai pengusul, dan keluarga yang bersangkutan akan diundang ke istana negara untuk mendapat anugerah itu," kata Nina.
Hingga saat ini, masih banyak tokoh asal Jabar yang belum menjadi pahlawan. Padahal, menurut Nina, puluhan tokoh ini memiliki potensi dan sumbangsih yang besar secara nasional. Dia berharap masyarakat dan pemerintah yang tengah menikmati hasil perjuangan para pahlawan, tidak melupakan jasa mereka melainkan meneladaninya. (A-199/A-108)***

NAMA:MARIA ANGELIKA